Langsung ke konten utama

Postingan

Hime

Ketika cakra mulai terbuka, Semakin banyak mimpi dan kejadian. Semua itu datang, Tanpa hasrat dan keinginan. Layaknya sebuah kekuatan yang diturunkan. Entah bisa disebut sebagai anugerah, Ataukah bencana? Seolah menyebutkan bahwa hidup ini takkan lagi sama. Hidup sebagai seorang puteri. Sebagai titisan ratu dari seg ala ibu ratu di dunia. Picture Source :  https://instagram.com/p/BSJfPrlgAZK/
Postingan terbaru

Entah

Entah... Saat ini aku tidak lagi mau berharap apapupn. Aku hanya merasakan takut saja darimu. Rasanya sudah berbeda. Entah... Akankah lebih baik apabila aku benar benar menghentikan semua ini? Aku benar-benar memulai membunuh perasaanku sendiri. Aku kubur perasaanku lebih dalam dari palun laut dunia. Entah... Aku tahu kalau semua orang tidaklah sama. Tapi, aku hanya melihat bahwa semua sama. Aku mendeklarasikan bahwa mereka semua sama ketika aku tidak menemukan titik temu dalam perasaanku terhadap mereka yang sebenarnya itu adalah apa yang aku harapkan dari mereka. Entah, baiknya bagaimana? Hingga akhirnya aku kembali menelan kenyataan bahwa aku benar-benar sendiri. Picture Source :  https://instagram.com/p/BjD8a1whW-S/

Menuju Jurang

Selama ini aku berjalan bersamamu. Aku hanya berharap sebuah kebahagiaan kecil bisa kudapatkan dari dirimu. Sayangnya, yang kudapatkan justru malah luka. Kamu hanya pernah menjadi seseorang yang beruntung sempat hidup didalam hatiku. Aku pernah merasakan sesuatu yang ku sebut sebagai sayang. Tapi, tidak sedalam itu untuk aku sebut sebagai cinta. Kamu tahu? yang kurasakan hanya sakit ketika aku berusaha menerima kenyataan bahwa dirimu banyak membagi kepada banyak wanita. Pikirku, aku bisa memperbaikimu.  Ternyata aku salah. Justru malah aku yang terjun bebas dari atas jurang. Aku kembali turun ke sebuah lembah yang pernah aku lewati. Jalan yang salah. Aku kalah. Nafsu dan keinginanku menuntunku kesana hingga membiarkan aku terjatuh seperti yang sebelumnya pernah terjadi. Luka yang kau buat begitu dalam hingga akupun tak sanggup menuangkan air mata. Atau malah sebenarnya kamu tidak  pantas untuk aku tangisi. Sungguh, aku sudah benar-benar lelah dengan semu...

Membunuh Perasaan

Dalam perjalanan, ku duduk di sebuah kereta menuju kota dimana aku melanjutkan pendidikan. Gelap malam menyelimuti perasaan. Dalam hati, ku mengakui bahwa benar adanya perasaanku ini sayang terhadapmu. Aku menimbun rasa rindu. Tapi, aku juga takut kamu mengetahui itu. Kita bukan apa-apa melainkan teman. Rasa sayangku sebenarnya mengalahkan pemikiran bahwa aku hanyalah temanmu. Aku paling tahu bagaimana diriku ini. Aku paling tahu dimana aku berpijak. Aku paling tahu dengan siapa aku bercengkrama. Dirimu adalah salah satu alasan aku merasakan semua ini. Aku tidak ingin menghancurkan istana yang telah kubuat. Kokohnya bangunan itu berlandaskan rasa nyaman kita satu sama lain. Tapi aku tidak bisa hidup didalamnya jika aku punya keinginan yang tidak kesampaian. Aku ingin kamu lebih dari sekedar temanku. Aku mencintaimu. Aku ingin menyampaikan itu semua. Aku ingin nekat. Tapi justru aku takut malah membuat keadaan semakin runyam. Aku memahami dirimu yang baru saja kehila...

Lembut

Ada sebuah kekuatan dibalik raungan sebuah tangisan di kala malam yang dituangkan pada sajadah Dalam tawa, tangis tertahan Dalam diam, fikiran berkeliaran Saat sendu dan bimbang berdekatan Tenang dan bahagia berjauhan Sampai kapan mulut ini terbungkam Mau kapan bibir ini angkat bicara Padahal hati tak henti bergumam Melihat kenyataan semakin tertera Bidadari dan Pangeran menentang Semesta raya ikut merasakan Betapa hancur perasaan Hingga sukma jatuh terbilang Halus lembut tutur kata Takkan mengubah kehendak dua baginda Pupus sudah sang pelita Melihat takdir akan bercerita

Takut

Mungkin memang hati bergumam Menginginkan dan mengharapkan seseorang Mungkin memang fikiran berkata Diri ini tak pantas untuk seseorang Apakah dia yang kau harapkan akan datang? Ataukah dia yang malah menghempaskan harapan yang kau pendam? Sulit mengakui apakah itu hanya suka biasa atau cinta yang datang Rasa takut ini menggenggam kencang harapan Sehingga memanipulasi kenyataan Diri ini bahkan tidak mampu mengakui dan menyatakan sendiri Pengecut? Memang Tapi jangan disalahkan, karena semua pasti mempunyai alasan Tapi apakah diri ini mampu menampik dan mengalahkan Arti dari sebuah ketakutan mendalam