Langsung ke konten utama

Lembut

Ada sebuah kekuatan dibalik raungan sebuah tangisan di kala malam yang dituangkan pada sajadah

Dalam tawa, tangis tertahan
Dalam diam, fikiran berkeliaran
Saat sendu dan bimbang berdekatan
Tenang dan bahagia berjauhan

Sampai kapan mulut ini terbungkam
Mau kapan bibir ini angkat bicara
Padahal hati tak henti bergumam
Melihat kenyataan semakin tertera

Bidadari dan Pangeran menentang
Semesta raya ikut merasakan
Betapa hancur perasaan
Hingga sukma jatuh terbilang

Halus lembut tutur kata
Takkan mengubah kehendak dua baginda
Pupus sudah sang pelita
Melihat takdir akan bercerita

Komentar