Ada sebuah kekuatan dibalik raungan sebuah tangisan di kala malam yang dituangkan pada sajadah Dalam tawa, tangis tertahan Dalam diam, fikiran berkeliaran Saat sendu dan bimbang berdekatan Tenang dan bahagia berjauhan Sampai kapan mulut ini terbungkam Mau kapan bibir ini angkat bicara Padahal hati tak henti bergumam Melihat kenyataan semakin tertera Bidadari dan Pangeran menentang Semesta raya ikut merasakan Betapa hancur perasaan Hingga sukma jatuh terbilang Halus lembut tutur kata Takkan mengubah kehendak dua baginda Pupus sudah sang pelita Melihat takdir akan bercerita
Sajak yang tercipta dari sebuah fikiran, hati, sukma, dan rasa.