Selama ini aku berjalan bersamamu. Aku hanya berharap sebuah kebahagiaan kecil bisa kudapatkan dari dirimu. Sayangnya, yang kudapatkan justru malah luka.
Kamu hanya pernah menjadi seseorang yang beruntung sempat hidup didalam hatiku. Aku pernah merasakan sesuatu yang ku sebut sebagai sayang. Tapi, tidak sedalam itu untuk aku sebut sebagai cinta.
Kamu tahu? yang kurasakan hanya sakit ketika aku berusaha menerima kenyataan bahwa dirimu banyak membagi kepada banyak wanita.
Pikirku, aku bisa memperbaikimu.
Pikirku, aku bisa memperbaikimu.
Ternyata aku salah. Justru malah aku yang terjun bebas dari atas jurang. Aku kembali turun ke sebuah lembah yang pernah aku lewati.
Jalan yang salah.
Aku kalah.
Nafsu dan keinginanku menuntunku kesana hingga membiarkan aku terjatuh seperti yang sebelumnya pernah terjadi. Luka yang kau buat begitu dalam hingga akupun tak sanggup menuangkan air mata. Atau malah sebenarnya kamu tidak pantas untuk aku tangisi.
Sungguh, aku sudah benar-benar lelah dengan semua ini.
Semakin lama aku bersamamu, semakin jahat pula pikiranku. Mulai dari kamu yang berusaha memanfaatkan aku dengan segala yang aku miliki seperti perasaanku terhadapmu hingga harta orang tuaku.
Aku sendiri. Dimana aku sedang berada mengapa sendiri? Dirimu bahkan tidak bisa memahami aku. Akupun merasa kesulitan untuk bisa memahami bagaimana jalan pikiranmu. Karena, aku merasa bahwa kamu hanya mempermainkan aku. Karena itu, aku rasa cukup sekian saja aku berjalan bersamamu. Meskipun kenyataannya sulit untuk melupakan dan meninggalkanmu, tapi rasa sakit yang kudapat cukup kuat untuk menghempaskanmu jauh dari kehidupanku. Kecuali, jika memang kamu menginginkan aku dan mau memperbaiki semua. Jika tidak, lebih baik aku pergi daripada harus berjalan dan kembali jatuh dari atas jurang.
Komentar
Posting Komentar